1). SESI (Selasa Literasi) dan SELIDI (Selasa Literasi Digital)
Keterangan : upaya menyeluruh menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran sepanjang hayat melalui pembiasaan membaca, menulis, dan menyimak, termasuk literasi digital dan numerasi. Kegiatan utamanya meliputi 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum pelajaran serta diskusi buku. Kegiatan SESI di SD Negeri 3 Cempaga dilaksanakan di halaman sekolah. Saat kegiatan siswa membaca buku/menonton video selama 10 menit, setelah itu berdiskusi dan menyampaikan apa yang telah di dapatkan dari membaca/menonton. Manfaat literasi bagi siswa meliputi peningkatan prestasi akademik, pengembangan berpikir kritis, perluasan wawasan, dan penguatan kemampuan komunikasi. Literasi membantu siswa memahami materi pelajaran, memperkaya kosakata, mengoptimalkan kinerja otak, serta menumbuhkan kreativitas dan inovasi. Literasi juga membekali siswa dalam menyaring informasi, khususnya di era digital.
2). GELIKAT (Gerakan Lingkungan Karya Teks)
Keterangan : upaya menciptakan ekosistem sekolah yang literat dengan menempatkan berbagai bahan bacaan/cetak (poster, pojok baca, karya siswa) di kelas dan area sekolah. Tujuannya meningkatkan minat baca, kemampuan literasi, dan budaya akademik melalui paparan informasi teks yang intensif, mudah diakses, dan menarik. Gerakan Lingkungan Karya Teks adalah program literasi sekolah yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang kaya teks melalui karya tulis siswa, guru, dan warga sekolah yang dipajang serta dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
3). Pojok Baca
Keterangan : Sudut khusus di kelas atau lingkungan sekolah yang dirancang sebagai tempat membaca yang nyaman dan menarik untuk menumbuhkan minat baca siswa. Pojok baca ini diharapkan dapat merangsang peserta didik untuk lebih gemar membaca dan melakukan aktivitas lain yang dapat megembangkan potensi dan daya pikir mereka. Buku-buku yang terdapat pada rak buku pojok baca di kelas,
4) Go Perpus
Keterangan : Kegiatan pembelajaran di luar kelas yang bertujuan mengenalkan siswa pada lingkungan perpustakaan sebagai sumber belajar dan pusat literasi. Kegiatan Go Perpus juga dimanfaatkan untuk memaksimalkan fungsi perpustakaan untuk mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif. Ini mencakup pengembangan literasi baca-tulis, digital, dan informasi melalui program edukatif seperti kunjungan rutin, pelatihan, dan pengelolaan oleh pustakawan andal untuk menumbuhkan minat baca siswa.